Yogyakarta menjadi salah satu bukti bahwa budaya dan tradisi lokal bisa berakulturasi dengan Islam yang notabenenya merupakan ‘barang’ baru bagi masyarakat Jawa. Akulturasi tersebut dapat dilihat, misalnya pada sebuah masjid yang dekat sekali bahkan menjadi saksi dari perkembangan Keraton Yogyakarta. Ya, Masjid Gedhe Kauman, namanya. Ada apa sebenarnya dengan Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta? Yuk simak!

Mengenal Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta

Masjid ini dikenal juga dengan nama Masjid Kagungan Dalem Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat dan merupakan salah satu masjid yang tertua di Yogyakarta. Dibangun oleh Sri Sultan Hamengkubuwono I bersama Kiai Faqih Ibrahim Diponingrat dan Kiai Wiryokusumo sebagai arsiteknya pada tanggal 29 Mei 1773 M. Jadi usia masjid ini sekarang sudah lebih dari 2 abad! Sudah senior sekali ya.

Gedhe dalam bahasa Indonesia memiliki arti besar atau agung. Sesuai namanya, selain menjadi salah satu masjid tertua, masjid ini juga menjadi salah satu yang terbesar di Yogyakarta. Dibangun di atas tanah seluas 16000 m2, luas bangunannya 2.578 m2, dan dapat menampung hingga 1500 jamaah.

Pada saat gempa mengguncang Yogyakarta di tahun 1867 M, gapura dan serambi Masjid Gedhe Kauman runtuh, dan menelan korban jiwa yakni kiai penghulu. Kemudian pembangunan dimulai kembali sekitar satu tahun kemudian dengan serambi baru yang dua kali lipat lebih luas dari sebelumnya. Serambi baru itulah yang masih berdiri hingga kini.

Ada apa di Masjid Gedhe Kauman?

masjid-gedhe-kauman-yogyakarta

Arsitektur Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta merupakan perpaduan dari beragam kebudayaan dengan makna filosofi yang dalam. Di serambi masjid yang terdiri dari dua lantai, terdapat 24 tiang penyangga bagian atas dan 32 tiang penyangga bagian bawah.

Pada setiap tiang terdapat relief dan kaligrafi yang menggambarkan perkembangan kehidupan beragama di tanah Jawa, dan profil di atasnya menggambarkan stupa dalam agama Buddha. Di atasnya terdapat kaligrafi yang menunjukkan masuknya agama Nasrani. Lalu di atas itu ada lagi kaligrafi yang terbaca Muhammad Ar-Rahman, dan puncaknya kaligrafi berlafaz Allah.

Selain bangunan utama masjid, ada bangunan lain, yakni pagongan (2 buah), pajagan (2 buah), pengulon, taman makam, dan kantor sekretariat masjid. Dari total luas masjid 2.578 m2, selain untuk serambi dan ruang salat, digunakan juga untuk Ruang Yatihun, Ruang Pawestren, perpustakaan, kamar mandi, blumbang, dan ar-raubah.

Kegiatan Religi di Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta

masjid-gedhe-kauman-yogyakarta

Selain sebagai tempat beribadah, tempat satu ini juga sekaligus dijadikan tempat wisata sejarah dan religi. Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta tentu akan membawa sensasi berbeda, karena selain bangunannya yang sudah berdiri sangat lama dan penuh filosofi, masjid ini merupakan saksi bisu dari Keraton Yogyakarta.

Saat ini, kegiatan rutin yang masih dilakukan antara lain: pemberdayaan zakat dan infak, TPA, lalu juga sering diadakan kegiatan sosial ekonomi, pengajian, dan tabligh akbar. Di pelataran masjid sering dimanfaatkan untuk berbagai macam kegiatan olahraga, seperti futsal, bulu tangkis, atau senam.

Di Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta juga terdapat perpustakaan. Jadi bagi Anda yang suka sekali membaca, maka perpustakaan masjid tentu menjadi salah satu ruang yang diprioritaskan untuk dikunjungi.

Lokasi dan Rute Termudah

Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta berlokasi di sebelah barat alun-alun utara Yogyakarta, berdekatann dengan Keraton Yogyakarta serta kawasan nol kilometer Malioboro. Karena terletak di pusat kota Yogyakarta, maka masjid ini mudah dijangkau dengan berbagai moda transportasi, baik itu becak, andhong, sepeda, sepeda motor, mobil pribadi, taksi, maupun kendaraan umum lain.

Tidak Ada harga Tiket, Fasilitas Nyaman Tersedia

Tidak ada tiket masuk ke masjid ini, alias gratis! Tapi jika disediakan kotak infak dan Anda memasukkan sejumlah uang, itu jauh lebih baik.

Di sini pengelola sudah menyediakan fasilitas yang memadai, seperti area parkir, tempat penitipan sepatu, kamar mandi, perpustakaan, radio, multimedia, dan kantor sekretariat. Bagi yang menggunakan sepeda atau motor, dapat diparkir di area dalam masjid melalui jalur selatan. Sedangkan bagi yang membawa mobil atau bus, dapat diparkir di depan pintu gerbang masjid.

Sekian dulu ya ulasan tentang Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta. Ingin ke Masjid Gedhe Kauman namun tidak memiliki kendaraan? Gunakan jasa Jogja Rental Motor saja. Wisata Anda di Jogja dijamin nyaman.