Batik, hari ini sudah go internasional dan menjadi salah satu tren fashion di Indonesia. Sedemikian legendarisnya batik, hingga setiap 2 Oktober diperingati sebagai Hari Batik Nasional. Corak batik di setiap daerah pun berbeda, sesuai dengan kultur daerah setempat. Jika ingin belajar lebih banyak mengenai batik, ada baiknya Anda datang ke Museum Batik dan Sulaman Yogyakarta. Tapi sebelum ke sana, simak dulu yuk ulasan berikut ini.

Mengenal Museum Batik dan Sulaman

Museum Batik dan Sulaman Yogyakarta berdiri sejak tanggal 12 Mei 1977 dan diprakarsai oleh Hadi Nugroho. Bapak Hadi Nugroho mengelola museum ini bersama dengan istrinya, yakni Ibu Dewi Nugroho. Museum berdiri di area seluas 400 m2 yang sekaligus merupakan tempat tinggal sang pemilik. Dahulu, museum ini baru sebatas Museum Batik.

Museum-Batik-dan-sulaman-yogyakarta

Di tahun 2000, museum mendapat penghargaan dari MURI atas karya sulaman terbesar berukuran 90 x 400 cm2. Kemudian di tahun 2001, museum kembali memperoleh penghargaan dari MURI karena menjadi pionir berdirinya Museum Sulaman pertama di Indonesia. Sejak saat itulah museum ini menjadi Museum Batik dan Sulaman.

Berbagai Koleksi yang Dimiliki

Museum Batik dan Sulaman Yogyakarta memiliki koleksi sebanyak 1.259 buah, yang meliputi 500 koleksi kain batik, 600 jenis cap batik, 124 canting, dan 35 koleksi alat-alat. Alat-alat itu meliputi bahan pewarnaan, malam batik, canting tulis dan cap, serta parafin. Koleksi-koleksi batik tersebut memiliki corak khas dari berbagai daerah, seperti Yogyakarta, Pekalongan, Solo, Surakarta, Madura, dan daerah lain. Sebuah koleksi batik tertua yang disimpan di museum ini dibuat pada tahun 1780. Usianya lebih dari 2 abad!

Beberapa koleksi yang terkenal, antara lain Sarung Isen-Isen Antik, Sarung Panjang Sogan Jawa, Kain Panjang Soga Ergan Lama, dan Kain Panjang Soga Jawa. Semua koleksi tersebut merupakan milik dari keluarga pendiri museum.

Sedangkan untuk koleksi sulamannya, terdapat banyak sekali sulaman, baik tokoh nasional maupun tokoh nasional. Di antaranya ada sulaman bergambar Soekarno, Soeharto, Megawati Soekarnoputri, Sultan HB IX, Pangeran Diponegoro, dan Imam Bonjol. Untuk tokoh internasionalnya, ada sulaman bergambar Ronald Reagen, Paus Yohanes Paulus II, Qorazon Aquino, Mother Theresia, bahkan Yesus dalam berbagai pose.

Bisa Melakukan Apa Saja ya di Museum ini?

Museum-Batik-dan-sulaman-yogyakarta

Jika Anda berkunjung ke sini, maka Anda akan ditemani oleh seorang pemandu yang akan memberikan penjelasan selama berkeliling museum. Saat tiba di ruangan pertama, Anda akan mendapatkan penjelasan mengenai sejarah batik dan museum batik ini. Di ruangan ini Anda juga dapat menemui berbagai alat dan bahan yang digunakan untuk membatik.

Beranjak ke ruangan selanjutnya, Anda akan menemukan koleksi batik dengan berbagai macam motif. Sebagian besar motifnya merupakan motif pesisiran, pinggiran, terang bulan, dan esuk-sore.

Di sini Anda juga bisa belajar membatik secara langsung, karena memang disediakan ruang khusus untuk melakukannya. Menyenangkan sekali ya.

Lokasi dan Rute yang Dapat Ditempuh

Museum Batik dan Sulaman Yogyakarta berlokasi di Jalan Dr. Sutomo No. 13 A. Dari pusat kota jaraknya tidak terlalu jauh, yakni hanya sekitar 1,5 km.

Untuk mencapai museum ini, dari titik nol kilometer kota Jogja, ambil arah timur ke Jalan Margo Mulyo melalui Jalan Panembahan Senopati sampai bertemu perempatan lampu merah. Setelah itu masih lurus melalui Jl. Sultan Agung, melewati Jembatan Sayyidan, kemudian bertemu perempatan lampu merah lagi, dan Pura Pakualaman. Kemudian dari perempatan lampu merah setelah Pura Pakualaman, belok kiri di Jalan Suryopranoto sampai bertemu lagi perempatan lampu merah. Setelah itu lurus ke arah utara dan Anda akan sampai di tujuan.

Harga Tiket dan Fasilitas yang Didapat

Untuk Anda yang hendak berkunjung ke Museum Batik dan Sulaman Yogyakarta ini, biaya masuknya sebesar Rp20.000,00 dengan fasilitas berupa pemandu dan sekaligus Anda bisa belajar membatik di museum ini.

Museum buka dari hari Senin – Sabtu pukul 09:00 – 15:00 WIB, dan pada hari Minggu libur. Jadi jangan sampai salah hari ya jika ingin datang ke sini, hehehe.

Sekian dulu ya ulasan tentang Museum Batik dan Sulaman Yogyakarta. Jika Anda ingin ke sini namun tidak ada kendaraan, hubungi segera Jogja Rental Motor, kendaraan akan segera diantar. Sampai bertemu di ulasan tempat wisata selanjutnya!