Sebagai salah satu universitas terkemuka di Indonesia, tidak heran jika Universitas Gadjah Mada menjadi salah satu universitas dambaan bagi pelajar yang baru lulus SMA. Berdiri sejak tahun 1949 dan mencetak banyak tokoh berpengaruh, tidak heran jika nama UGM menjadi begitu besar hari ini. Di sini, tepatnya di Fakultas Biologi, memiliki sebuah Museum Biologi yang menyimpan koleksi keanekaragaman hayati. Penasaran dengan Museum Biologi UGM Yogyakarta? Berikut ulasannya!

Mengenal Sejarah Museum Biologi UGM

museum-biologi-ugm

Resmi dibuka untuk umum pada tanggal 1 Januari 1970, Museum Biologi UGM Yogyakarta merupakan museum khusus dengan tujuan utama untuk pendidikan yang memiliki benda-benda hayati dan benda-benda lain yang berhubungan dengan lingkungan hidup.

Sejarah berdirinya museum ini dimulai sejak terbentuknya Museum Zoologicum di tahun 1964. Saat itu Museum Zoologicum menempati salah satu ruang di Sleman, di dalam kampus UGM (dipimpin oleh Prof. drg. R.G. Indrojono) dan koleksi herbarium menempati gedung di Jl. Sultan Agung 22 (dipimpin oleh Prof. Ir. Moeso Suryowinoto). Keduanya ditangani oleh Fakultas Biologi UGM.

Kemudian atas prakarsa Dekan Fakultas Biologi UGM saat itu, maka pada tanggal 20 September 1969 Museum Biologi diresmikan.

Apa Saja yang di Dalam Museum Biologi UGM?

Di Museum Biologi UGM Yogyakarta terdapat banyak sekali keanekaragaman hayati, baik flora maupun fauna yang diawetkan di sini. Di antara koleksi itu adalah terdapat 3.752 buah herbarium dalam bentuk kering, basah, kerangka serta fosil, di mana 70% merupakan preparat tanaman, dan 30% lain merupakan preparat hewan.

Koleksi binatang meliputi binatang-binatang langka yang wajib dilindungi, seperti harimau, beruang madu, cendrawasih, komodo, kucing hutan, dan buaya putih. Sedangkan koleksi tumbuhannya meliputi Cryptogamae (tumbuhan rendah) sampai Spermatophyta (tumbuhan tinggi). Sebanyak 1672 spesies dari 180 famili diawetkan dalam bentuk herbarium kering, dan 350 buah diawetkan dalam bentuk herbarium basah. Ribuan koleksi tersebut dibagi dan dipajang dalam sembilan ruang.

Museum ini juga memiliki beberapa kotak diorama. Dalam satu kotak diorama ada satu jenis atau sekelompok hewan dengan latar belakang habitat mereka dalam bentuk 3D. Diorama tersebut sengaja dibuat untuk menggambarkan habitat hewan-hewan tersebut di alam.

Selain memiliki itu semua, Museum Biologi UGM Yogyakarta juga memiliki ruang display untuk pengamatan mikroskopis. Lengkap sekali ya!

Bisa Melakukan Apa Ya di Museum Ini?

Tujuan utama dari didirikannya Museum Biologi UGM Yogyakarta ini adalah sebagai tempat belajar mengenai keanekaragaman hayati di Indonesia. Seperti yang sudah diketahui bahwa Indonesia bukan hanya kaya pulau, melainkan juga kaya keanekaragaman hayati, yang sayangnya sudah ada beberapa yang punah. Maka di sinilah peran besar Museum Biologi UGM, untuk mengedukasi masyarakat akan kayanya keanekaragaman hayati di negerinya sendiri.

Karena termasuk ke dalam museum pendidikan dan ilmu pengetahuan, maka wisata ke museum inipun juga untuk belajar. Saat ini Anda baru bisa melihat-lihat ribuan koleksi yang ada di sini, namun pengelola memiliki rencana bahwa ke depannya museum akan dikembangkan menjadi tempat wisata edukatif. Nantinya pengunjung juga bisa turut terlibat dalam pengawetan spesimen dan kegiatan lain. Kita doakan saja semoga lekas terealisasi ya!

Lokasi dan Rute yang Dapat Ditempuh

Karena milik Fakultas Biologi UGM, maka museum ini beralamat di Fakultas Biologi UGM, Jalan Sultan Agung No 22 Yogyakarta.

Bagi Anda yang ingin berkunjung, museum buka di hari Senin – Kamis pukul 07:30 – 16:00 WIB. Hari Jumat pukul 07:30 – 15:00 WIB. Jika Anda ingin berkunjung saat akhir pekan, maka ajukan permohonan terlebih dahulu, sedangkan untuk hari libur nasional museum ditutup.

Harga Tiket dan Fasilitas yang Disediakan

Harga tiket masuk Museum Biologi UGM Yogyakarta sangat terjangkau. Yakni untuk pelajar dan mahasiswa Indonesia sebesar Rp5.000,00. Untuk pengunjung umum Indonesia sebesar Rp7.000,00. Untuk wisatawan/pengunjung mancanegara sebesar Rp15.000,00.

Dengan harga tiket yang terjangkau itu, Anda sudah bisa mendapatkan banyak pengetahuan dari museum, khususnya pengetahuan mengenai flora dan fauna yang dimiliki oleh Indonesia. Bagi yang ingin bertemu fosil T-Rex, maka museum ini merupakan tempat yang sangat tepat.

Demikian ulasan mengenai Museum Biologi UGM Yogyakarta. Satu lagi, bagi Anda yang ingin berkunjung ke sini dan terkendala kendaraan, kami punya solusinya. Mau tahu? Klik Jogja Rental Motor dari ponsel pintar Anda. Sampai jumpa!