Selain memiliki Museum Dirgantara Mandala, kota Yogyakarta juga memiliki Museum Pusat TNI AD Dharma Wiratama. Adanya museum ini diharapkan dapat memberikan edukasi kepada para generasi penerus mengenai sejarah TNI AD sembari mewariskan nilai-nilai luhur kepahlawanan dari para pejuang terdahulu. Penasaran dengan Museum Pusat TNI AD Dharma Wiratama Yogyakarta? Simak deh ulasannya berikut ini.

Berkenalan dengan Museum Pusat TNI AD Dharma Wiratama Yogyakarta

Perintisan museum ini dimulai sejak tahun 1956 oleh Disjarahad. Dulunya bernama SMAD (Sejarah Militer Angkatan Darat). Pada tanggal 17 Juni 1968 museum dipindahkan ke gedung kediaman resmi Jenderal Soedirman. Beberapa tahun kemudian, seiring berkembangnya lingkup perjuangan TNI AD, banyak pihak menganggap penggunaan gedung tersebut sudah kurang sesuai.

museum-Dharma-Wiratama

Mulanya direncanakan gedung museum akan dipindahkan di Benteng Vredenburg, tetapi hal itu tidak disetujui oleh Presiden Soeharto. Alternatif lain gedung yang digunakan adalah Gedung Markas Korem 072/Pamungkas. Gedung itu berhasil dipakai sebagai gedung museum setelah Kodam VII/Diponergoro yang membawahi Korem 072/Pamungkas menerbitkan surat perintah kepada Pangdam Diponegoro untuk menyerahkan gedung sebagai museum.

Melalui perjalanan yang panjang dan dalam waktu yang tidak sebentar, pada tanggal 17 Juli 1982 Museum Pusat TNI AD Dharma Wiratama disahkan berdasarkan SK Kasad No. Skep/547/VI/1982. Sedangkan untuk peresmiannya sendiri pada tanggal 30 Agustus 1982 oleh Kasad Jenderal TNI Poniman.

Koleksi Museum Pusat TNI AD

Museum Pusat TNI AD Dharma Wiratama Yogyakarta memiliki 22 ruangan koleksi. Ruang I (Introduction Room) yang berada paling depan. Di ruang ini terdapat beberapa bukti perjuangan, meliputi kronologi perlawanan Indonesia terhadap penajajah, perjuangan bangsa dalam menegakkan dan mengisi kemerdekaan, serta skema perkembangan dan perjuangan TNI AD.

museum-Dharma-Wiratama-yogyakarta

Ruang II merupakan Ruang Jenderal Soedirman. Ruangan yang memang khusus untuk Sang Jenderal Besar yang penuh dedikasi. Ruang III merupakan ruang kerja dari Letjend Urip Sumoharjo. Pengabdiannya sebagai seorang TNI AD tercermin dalam ruang ini.

Di ruang IV terdapat palagan yang memberikan gambaran perjuangan dalam membela dan mempertahankan kemerdekaan. Terdiri dari 8 palagan dengan koleksi yang berkaitan dengan peristiwa saat berlangsung agresi militer Belanda, seperti Bandung Lautan Api, Pertempuran 5 hari 5 malam di Sungai Musi, Pertempuran 5 hari di Semarang, Puputan Marga Rana, dan Pertempuran 10 November.

Ruang V adalah ruang senjata yang digunakan dalam perjuangan kemerdekaan, dan sebagian besar senjata tradisional. Ruang VI merupakan ruang dapur umum, berisi peralatan dapur yang digunakan pada masa perjuangan kemerdekaan. Ruang VII merupakan ruang alat hubungan dan komunikasi selama masa perjuangan kemerdekaan.

 

Ruang VII sampai X merupakan ruang perang kemerdekaan. Ruang XI berisi panji TNI AD. Ruang XII berisi berbagai seragam TNI AD sejak 1950. Ruang XIII berisi tanda jasa. Ruang XIV sampai XVI berisi koleksi yang menggambarkan perang membela tanah air. Ruang XVII berisi alat-alat optik. Ruang XVIII merupakan ruang kontingen Garuda untuk misi dunia. Pada ruang XIX dan XX berisi koleksi tentang pahlawan revolusi dan penumpasan G-30S PKI.

Kegiatan yang Bisa Dilakukan di Museum

Di Museum Pusat TNI AD Dharma Wiratama Yogyakarta Anda bisa berkeliling melihat sekaligus memotret berbagai koleksi yang berkaitan langsung dengan sejarah perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia. Berwisata sekaligus belajar heroisme para pejuang yang tidak lagi menghitung seberapa banyak pengorbanan yang diberikan. Bukankah bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya? Salah satu bentuk penghargaan itu adalah dengan mempelajari sejarah perjuangan pahlawan itu.

Lokasi dan Rute yang Dapat Ditempuh

Museum Pusat TNI AD Dharma Wiratama Yogyakarta berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman No. 75, Yogyakarta. Rute yang dapat ditempuh dari pusat kota Jogja, yakni dari perempatan Galleria Mall ambil arah barat sampai 400 m bertemu Jalan Jenderal Sudirman. Sebelum sampai di perempatan Gramedia, ambil lajur kanan. Museum ada di sebelah kanan jalan perempatan.

Harga Tiket dan Fasilitas yang Tersedia

Kabar baik bagi Anda yang hendak berkunjung ke Museum Pusat TNI AD Dharma Wiratama Yogyakarta karena tidak ada biaya tiket masuk yang harus dibayarkan, alias gratis! Seperti yang sudah disampaikan di atas, bahwa di museum ini terdapat berbagai macam koleksi yang berkaitan dengan TNI AD dan perjuangan kemerdekaan.

Museum buka setiap Senin – Jumat pukul 08:00 – 14:00 WIB, hari Sabtu dan Minggu museum tutup. Demikian ulasan mengenai wisata Museum Pusat TNI AD Dharma Wiratama Yogyakarta. Ingin ke tempat museum namun bingung mencari kendaraan? Hubungi saja Jogja Rental Motor. Di mana Anda menginap saat di Yogyakarta, kendaraan bisa diantar.