Tidak ada yang meragukan kepahlawanan Panglima Besar Jenderal Soedirman. Sebegitu besar cintanya pada bangsa sehingga tak membuat semangatnya untuk memimpin gerilya mengendur meski harus dari dalam tandu. Heroisme tersebut diangkat ke layar lebar, dengan sang jenderal diperankan oleh salah satu aktor muda berbakat, Adipati Dolken. Di kota Yogyakarta, kediaman sang jenderal kini dijadikan museum. Namanya Museum Sasmitaloka. Bagaimana ya suasana Museum Sasmitaloka Yogyakarta? Berikut ulasannya.

Berkenalan dengan Museum Sasmitaloka

Sasmitaloka sendiri berarti tempat untuk mengenang. Maka museum ini merupakan tempat untuk mengenang semua pengorbanan dari Jenderal Soedirman.

Bangunan Museum Sasmitaloka Yogyakarta memiliki arsitektur khas kolonial Belanda yang dulunya merupakan tempat tinggal Panglima Besar Jenderal Soedirman. Jenderal satu ini dikenal memiliki strategi gerilya yang apik, panglima tertinggi Tentara Keamanan Rakyat (TKR) di masa itu, sekaligus menjadi salah satu tokoh yang mendirikan Tentara Nasional Indonesia.

Museum ini masuk dalam kategori museum sejarah dan perjuangan. Sebelum diresmikan sebagai Museum Sasmitaloka Panglima Besar Jenderal Soedirman, sejak tanggal 17 Juni 1968 dipakai untuk Museum Pusat Angkatan Darat. Namun di tanggal 30 Agustus 1982 menjadi Museum Sasmitaloka Pangsar Jenderal Soedirman. Sedangkan Museum Pusat Angkatan Darat dipindahkan di Gedung Korem 072/Pamungkas yang sekarang dikenal sebagai Museum Pusat TNI AD Dharma Wiratama.

Apa Koleksi Museum Sasmitaloka?

Museum-Sasmita-Loka

Di pintu utara museum terdapat Prasasti Panglima Besar Jenderal Soedirman. Di halaman depan terdapat bangunan induk Monumen Panglima Besar Jenderal Soedirman. Bentuk monummennya berupa patung sang jenderal dalam posisi menunggang kuda dan ada tulisan di keempat sisinya.

Bangunan utama museum terbagi menjadi beberapa ruang dengan koleksi yang berbeda dari setiap ruangnya. Ruang I merupakan ruang tamu. Di sini terdapat satu perangkat meja kursi yang berbentuk munton lengkap dengan 2 buah lampu gantung bergaya kuno.

Ruang II merupakan ruang santai. Ruang ini ada di tengah bangunan. Dahulu, selain berfungsi sebagai ruang keluarga sang jenderal, tetapi tidak jarang juga difungsikan sebagai ruang tamu. Ada radio kuno dan beberapa benda pecah belah di sini.

Ruang III merupakan ruang kerja. Di sini terdapat beberapa koleksi, antara lain meja kerja, lemari arsip, replika keris, pedang katana, berbagai piagam penghargaan dan tanda jasa dari Pemerintah RI ke Jenderal Soedirman.

Ruang IV merupakan ruang tidur tamu. Koleksi yang ada di ruang ini adalah tempat tidur, lemari pakaian, kursi tamu, dan lukisan. Ruang V merupakan ruang tidur sang jenderal. Koleksi yang ada di ruang ini adalah tempat tidur, lemari, dipan kecil untuk salat, patung lilin sang jenderal, lukisan, dan mesin jahit bermerk Singer milik istri Jenderal Soedirman.

Ruang VI merupakan ruang tidur putra-putri yang letaknya tepat bersebelahan dengan ruang tidur Jenderal Soedirman. Di ruang ini terdapat tempat tidur 9 orang anaknya. Ruang VII merupakan ruang sekretariat. Terdapat berbagai macam benda bersejarah yang berkaitan dengan jenderal, termasuk ada footo Letkol Isdiman.

Ruang VIII merupakan ruang palagan Ambarawa. Ruang IX merupakan ruang RS Panti Rapih yang di dalamnya terdapat sebuah diorama yang menggambarkan perjuangan sang jenderal tetap menyusun strategi perang sekalipun tengah menderita sakit paru-paru.

Ruang X merupakan ruang koleksi kendaraan. Di sini terdapat dokar, mobil, dan tandu yang semuanya digambarkan sebagai diorama.

Ruang XI merupakan ruang koleksi Gunung Kidul dan Sobo. Ruang XII merupakan ruang diorama yang menggambarkan saat sang jenderal bermarkas di Sobo. Tandu yang digunakan jenderal juga dipamerkan di ruang ini.

Ruang XIII merupakan ruang koleksi pribadi, dan ruang XIV merupakan ruang dokumentasi yang berisi dokumentasi saat jenderal memimpin perang gerilya, menjabat sebagai panglima besar, hingga pemakaman sang jenderal.

Bisa Melakukan Apa Saja Ya di Sini?

Museum-Sasmita-Loka-yogyakarta

Di museum ini pengunjung tentunya bisa berkeliling melihat semua peninggalan Panglima Besar Jenderal Soedirman sekaligus mempelajari kehidupan sang jenderal dan mentransfer semangat perjuangan beliau ke tengah-tengah kehidupan.

Lokasi dan Rute yang Dapat Dilalui

Museum Sasmitaloka Yogyakarta ini beralamat di Jalan Bintaran Wetan No. 3 Yogyakarta. Untuk dapat ke sini, bisa menggunakan bus transjogja dalam jalur 1A dan 1B sampai Pasar Sentul. Dari sini bisa jalan kaki atau menggunakan becak untuk sampai lokasi.

Harga Tiket dan Fasilitas

Tidak ada harga tiket masuk, tetapi Anda diminta mengisi buku tamu. Fasilitas yang ada berupa toilet, tempat parkir, musala, dan pendopo yang bisa digunakan. Ingin ke wisata Museum Sasmitaloka Yogyakarta namun tidak memiliki kendaraan? Manfaatkan saja layanan kami di Jogja Rental Motor yang siap mengantar kendaraan ke tempat Anda menginap.