Mirip dengan Keraton Yogyakarta, Puro Pakualaman juga merupakan komplek istana yang dilengkapi dengan alun-alun, masjid serta museum. Hanya saja komplek istana Puro Pakualaman lebih kecil dari pada Keraton Yogyakarta. Istana ini menjadi bekas istana kecil Kadipaten Paku Alaman yang merupakan tempat tinggal resmi para Pangeran Paku Alaman mulai tahun 1813 hingga tahun 1950. Puro Pakualaman ini sering dilupakan para wisatawan.

Namun, daya tarik Puro Pakualaman tidak bisa diremehkan. Di depan gerbang, wisatawan sudah disambut oleh tumbuhan rimbun dari pohon beringin yang terdapat di lapangan bernama Alun-alun Sewandanan. Selain itu, Puro Pakualaman menghadap ke selatan merupakan bentuk penghormatan kepada Keraton Yogyakarta yang lebih awal berdiri menghadap ke Merapi atau ke Utara. Berikut ini ulasan tentang wisata Puro Pakualam sebagai salah satu destinasi wisata Yogyakarta.

Komplek Istana Sederhana yang Elegan, Wisatawan Bakalan Dikawal

Masih kental dengan tradisi dan budaya kerajaan, Puro Pakualam tidak membiarkan wisatawan berkunjung sendirian. Ketika masuk ke dalam komplek istana, beberapa abdi dalem yang berjaga akan sigap menemani perjalanan wisatawan. Hal ini berkaitan dengan komplek istana yang masih ditempati oleh keluarga Paku Alam sehingga termasuk daerah privat untuk dikunjungi.

Puro Pakualam tergolong komplek istana yang sederhana namun memiliki filosofi eksistensi bangsawan untuk membedakannya dengan rakyat jelata. Ukuran istana lebih kecil membuat wisatawan bisa berkeliling dengan mudah dan cepat. Taman yang cantik dan kolam yang ditumbuhi bungai teratai serta bangunan-bangunan berasitektur indah semakin membuat komplek istana lebih elegan dan berkelas.

Berwisata Sambil Belajar Sejarah

puro-pakualaman-YogyakartaBerwisata memang mengasikan tetapi lebih mengasikan ketika berwisata bisa sambil belajar khususnya belajar sejarah salah satu daerah dari negeri sendiri. Kehidupan istana masih diterapkan di Puro Pakualam seperti acara penobatan putra mahkota yang melibatkan kirab kereta kencana. Selain itu, bangunan bernama Gedhong Purworetno memiliki Paviliun yang dihiasai ukiran krawangan yang lubangnya berisi kaca warna-warni. Paviliun ini berfungsi sebagai perpustakaan istana yang memiliki koleksi buku-buku Jawa klasik, naskah cerita sejarah dan karya sastra.

Dengan mengunjungi wisata Puro Pakualam  Anda juga bisa melihat museum penyimpanan barang-barang antik peninggalan para pemimpin kadipaten sebelumnya. Di dalam museum terdapat silsilah keluarga Paku Alam, foto-foto, dokumen perjanjian, pusaka, senjata kuno, perkakas dan baju tradisional. Beberapa bangunan antik lainnya yaitu Dalem Ageng Proboyeksa, Bangsal Sewarengga, Gedung Maerakaca dan masih banyak lagi memiliki kisah sejarahnya masing-masing yang bagus sebagai sumber referensi belajar.

Pagelaran Seni Tradisional

Pagelaran seni gamelan akan dimainkan setiap hari Minggu pon atau setiap 35 hari sekali. Gamelan dimainkan di sudut depan pendopo Bangsal Sewatama. Seperangkat gamelan ini bernama Kyai Kebogiro. Perhatikan jadwal pagelarannya agar menjadi wisatawan beruntung yang bisa mendengar para penabuh memainkan gamelan dalam pagelaran seni tradisional secara langsung.

Lokasi dan Rute ke Wisata Puro Pakualam

puro_pakualamanPuro Pakulaman berlokasi di Jalan Sultan Agung, Kecamatan Pakualaman, Yogyakarta. Rute menuju Puro Pakualam dari kawasan titik nol kilometer hanya berjarak sekitar 2 kilometer. Dari kawaasan Malioboro atau titik nol bisa menuju tempat ini menggunakan becak, andong, bus kota jalur 4 atau TransJogja.

Harga Tiket Masuk, Jam Buka dan Fasilitas

Wisata Puro Pakualam terbuka untuk wisatawan mulai jam 08.00 s/d 17.00 WIB setiap harinya. Khusus ke museum hanya buka pada hari Minggu, Selasa dan Kamis mulai pukul 09.00 s/d 13.30 WIB. Menariknya, bagi wisatawan baik lokal maupun asing tidak perlu membayar tiket masuk ke kompleks istana ini. Namun, ada sumbangan sukarela untuk pemandu dan saat hendak memasuki museum.

Tanpa perlu membayar tiket masuk, wisatawan dapat berkeliling sepuasnya. Puro Pakualam juga memberikan kenyamanan dalam berwisata termasuk dengan adanya berbagai fasilitas seperti lokasi parkir dan tempat ibadah.

Itulah ulasan betapa menariknya bagi wisatawan untuk memasukan Puro Pakualam sebagai salah satu destinasi wisata Yogyakarta. Sangat disarankan bagi wisatawan untuk selalu berlaku sopan dan berhati-hati di lingkungan istana mengingat keluarga istana juga tinggal di sana. Jangan lupa untuk selalu menyerahkan urusan transportasi pada penyewaan motor di layanan Jogja Rental Motor.